Delapan Barung, Satu Semangat : Siaga SDIT Tunas Mulia Bersinar di Persari 2026 Kwarran Wonosari

GUNUNGKIDUL -- Pramuka Siaga pangkalan SDIT Tunas Mulia mengikuti Perkemahan Satu Hari (Persari) 2026 Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Wonosari pada Selasa, 27 Oktober 2026 di Patung Sapi Wonosari.

SDIT Tunas Mulia mengirimkan delapan barung, terdiri atas empat Barung putra dan empat Barung putri. Keikutsertaan ini menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan karakter, melatih kemandirian, menumbuhkan keberanian, membiasakan disiplin, memperkuat kekompakan, Serta meningkatkan rasa tanggung jawab.

Rangkaian Persari 2026 diawali dengan upacara pembukaan, dipimpin oleh Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kapanewon Wonosari, Yahnda Drs. Marwoto Edi Rumpoko, M.Pd.

Setelah upacara pembukaan para peserta mengikuti berbagai tantangan di lima pos. Setiap pos dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, ketrampilan, serta karakter peserta melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.

Lima pos tantangan tersebut meliputi,

  • Pos 1 : Spiritual, Keimanan & Ketaqwaan, untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan membiasakan perilaku terpuji.
  • Pos 2 : Pengetahuan dan Kewilayahan, untuk menambah wawasan peserta, termasuk pengetahuan tentang peta dan wilayah.
  • Pos 3 : Simpul, untuk melatih ketrampilan Kepramukaan dan ketelitian.
  • Pos 4 : Seni, sebagai wadah untuk mengekspresikan kreatifitas dan mengembangkan bakat.
  • Pos 5 : Ketangkasan, untuk melatih keberanian, konsentrasi, dan kemampuan menyelesaikan tantangan.

Melalui tantangan disetiap pos, para peserta belajar untuk bekerja sama, menaati aturan, menyelesaikan tantangan, dan saling memberikan dukungan. Nilai - nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter Pramuka Siaga.

Setelah selesai menyelesaikan tantangan di pos- pos, acara dilanjutkan dengan Bazar Siaga. Dalam kegiatan ini, para peserta menjual jajanan hasil kreasi anak serta hasil karya yang dibuat dalam kegiatan di Gugusdepan masing - masing.

Bazar Siaga menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Para peserta tidak hanya berlatih berkreasi, tetapi juga mengenal proses jual beli, belajar berkomunikasi, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap produk yang mereka tawarkan.

Selesai Bazar, seluruh peserta beristirahat dan melaksanakan salat Zuhur berjamaah. Rangkaian kegiatan ditutup dengan upacara penutupan dan penyampaian apresiasi kepada peserta yang memperoleh pencapaian dalam kegiatan Persari ini.

Pewarta
Titin eNHa
Previous Post Next Post