Sako SIT DIY Kirim Delegasi Kembaranas 3 di Lampung dan Pulau Pahawang

YOGYAKARTA — Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengirimkan delegasi untuk mengikuti Kemah Bersama Nasional (Kembaranas) 3 yang dilaksanakan di wilayah Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung dan Pulau Pahawang.

Delegasi Sako SIT DIY terdiri atas delapan siswa SMAIT Baitussalam Prambanan, tiga siswa SMAIT Abu Bakar Yogyakarta, serta dua orang pendamping. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari komitmen SAKO Pramuka SIT DIY dalam memberikan ruang pembelajaran, pengalaman, dan pengembangan karakter bagi peserta didik melalui kegiatan kepramukaan di tingkat nasional.

Kembaranas 3 berlangsung selama lima hari dengan berbagai kegiatan yang memadukan pendidikan kepramukaan, petualangan, pengembangan keterampilan, kepedulian sosial, serta pengenalan alam dan budaya Lampung.

Selama kegiatan, para peserta mengikuti Safari Camp, pengembaraan di hutan, gunung dan laut, eksplorasi alam, penjelajahan, scouting skill, survival, ketangkasan, orientering, keterampilan berkemah, pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK), serta pionering project.

Selain kegiatan kepramukaan, peserta juga mengikuti wisata edukasi budaya Lampung, kunjungan dan bakti sosial kepada masyarakat, serta kegiatan bahari di Pulau Pahawang. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal keberagaman budaya, kekayaan alam Indonesia, serta membangun kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Wahana Pembentukan Karakter

Ketua Pinmpinan Sako SIT DIY, Kak Bani Achmad Sumiyatno, menyampaikan bahwa keikutsertaan delegasi DIY dalam Kembaranas 3 merupakan kesempatan penting bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman langsung.

“Kegiatan seperti Kembaranas bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi merupakan bagian dari proses pendidikan karakter. Anak-anak belajar mandiri, bekerja sama, disiplin, bertanggung jawab, berani menghadapi tantangan, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman dari berbagai daerah,” ujar Kak Bani.

Menurutnya, pengalaman di lapangan menjadi pelengkap pendidikan yang diperoleh peserta didik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

“Kami berharap para peserta dapat mengambil sebanyak mungkin pengalaman dan pembelajaran selama mengikuti Kembaranas. Setelah kembali ke Yogyakarta, pengalaman tersebut hendaknya dibagikan kepada teman-teman di pangkalan masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tambahnya.

Kak Bani juga menekankan bahwa kepramukaan di lingkungan Sekolah Islam Terpadu memiliki kekhasan dalam mengintegrasikan keterampilan dan nilai-nilai karakter dengan nilai-nilai Islam.

“Pramuka SIT kami arahkan tidak hanya melahirkan peserta didik yang terampil, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian sosial, semangat kebangsaan, dan jiwa kepemimpinan. Nilai-nilai kepramukaan harus menjadi sarana untuk menumbuhkan pribadi yang mampu menjadi pelopor kebaikan,” jelasnya.

Membawa Nama Baik SAKO SIT DIY

Keikutsertaan 11 peserta didik tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan kiprah SAKO Pramuka SIT DIY dalam kegiatan kepramukaan tingkat nasional.

Para peserta diharapkan mampu menjaga nama baik pangkalan, sekolah, serta SAKO Pramuka SIT DIY dengan menunjukkan sikap disiplin, santun, bertanggung jawab, dan mampu membangun persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah.

Kembaranas 3 juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring persaudaraan antar-Pramuka, sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Melalui kegiatan ini, SAKO Pramuka SIT DIY terus berkomitmen menghadirkan kegiatan kepramukaan yang edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Pengalaman dari Lampung dan Pulau Pahawang diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk semakin percaya diri, mandiri, terampil, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Pewarta
Bani Achmad
Previous Post Next Post