SLEMAN — Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan menggelar kegiatan perkemahan bagi para santri pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut dikemas dalam dua agenda, yakni Perjusahad (Perkemahan Jumat, Sabtu, Ahad) bagi santri ikhwan dan Perkajusa (Perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu) bagi santriwati.
Kegiatan kepramukaan ini menjadi bagian dari upaya Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan dalam membentuk karakter santri agar semakin mandiri, disiplin, tangguh, bertanggung jawab, serta memiliki semangat kebersamaan dan solidaritas.
Perjusahad bagi santri ikhwan dilaksanakan pada 16 sampai dengan 18 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Lindhu Gedhe. Kegiatan tersebut diikuti 250 santri jenjang SMP dan SMA.
Perkemahan diawali dengan perjalanan long march menuju lokasi perkemahan. Para santri mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kegembiraan. Selain berbagai aktivitas kepramukaan, Perjusahad juga diisi dengan Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Satu (LT-I) bagi santri SMP sebagai sarana mengembangkan keterampilan, kerja sama, kemandirian, serta semangat berkompetisi secara sehat.
Sementara itu, Perkajusa bagi santriwati dilaksanakan pada tanggal 15 sampai dengan 17 Oktober 2026 di Kampung Pramuka Bromonilan. Kegiatan tersebut diikuti 295 santriwati jenjang SMP dan SMA.
Persiapan Perkajusa dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Para santriwati mempersiapkan berbagai kebutuhan perkemahan sekaligus menyiapkan penampilan terbaik dari setiap ambalan dan pasukan. Beragam penampilan tersebut menjadi wadah kreativitas sekaligus hiburan bagi para peserta dan pembina.
Antusiasme santriwati terlihat sejak pembukaan hingga penutupan kegiatan. Salah seorang peserta bahkan mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti perkemahan terasa sangat mengesankan hingga membuatnya ingin mengikuti kegiatan kemah dalam waktu yang lebih lama.
“Perkemahan ini sangat menyenangkan dan berkesan. Rasanya ingin kemah sampai satu minggu,” ungkap salah seorang santriwati.
Selain memberikan pengalaman kebersamaan dan petualangan, Perkajusa juga menjadi momentum pencapaian dalam proses kenaikan tingkat kepramukaan. Pada penutupan kegiatan, 10 santriwati dilantik menjadi Penegak Bantara, 21 santriwati mencapai tingkat Ramu, 1 santriwati mencapai tingkat Rakit, dan 3 santriwati mencapai tingkat Terap.
Pencapaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas proses latihan, pembelajaran, kedisiplinan, dan usaha yang telah dilakukan para santriwati selama mengikuti pendidikan kepramukaan.
Melalui Perjusahad dan Perkajusa, para pembina berharap pengalaman yang diperoleh para santri tidak berhenti sebagai cerita dan kenangan selama berada di perkemahan. Lebih dari itu, nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, ketangguhan, tanggung jawab, kerja sama, dan solidaritas diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh dalam keseharian santri, baik di lingkungan pondok pesantren, keluarga, maupun ketika berinteraksi di tengah masyarakat.
Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan berharap kegiatan kepramukaan dapat terus menjadi wadah pembentukan karakter dan pengembangan potensi santri, sekaligus memperkuat ukhuwah dan semangat kebersamaan.
Sebab, keberhasilan sebuah perkemahan bukan semata-mata diukur dari kemeriahan kegiatan, tetapi dari nilai-nilai kebaikan dan perubahan positif yang tetap tumbuh setelah para santri kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
